Rhinocort vs Flonase: Perbedaan dan Persamaan Utama
Obat Vs. TemanRhinocort (budesonide) dan Flonase (fluticasone) adalah obat semprot hidung yang digunakan untuk mengobati gejala rinitis alergi. Keduanya dianggap kortikosteroid yang bekerja dengan mengurangi peradangan di saluran hidung. Sebagai obat alergi, mereka dapat mengurangi gejala seperti pilek dan hidung gatal. Persamaan dan perbedaannya akan dijelaskan lebih lanjut di sini.
Badak
Rhinocort adalah nama merek budesonide yang dapat dibeli bebas sebagai obat generik juga. Rhinocort disetujui untuk mengobati gejala hidung seperti hidung tersumbat dan gatal pada orang dewasa dan anak-anak berusia 6 tahun ke atas.
Rhinocort tersedia dalam bentuk botol semprot hidung yang memasok 32 mikrogram budesonida per semprotan. Biasanya diberikan satu semprotan per lubang hidung sekali sehari dengan dosis maksimum empat semprotan per lubang hidung. Botol badak bisa memberikan 120 semprotan untuk gejala alergi.
Mungkin diperlukan beberapa hari hingga beberapa minggu untuk merasakan kelegaan total dari gejala alergi.
Flonase
Flonase adalah nama merek untuk fluticasone propionate. Seperti Rhinocort, ini juga dapat dibeli tanpa resep. Flonase dapat mengobati gejala alergi pada orang dewasa dan anak-anak berusia 4 tahun ke atas. Flonase lebih dari 3 kali lebih kuat dari pada budesonide.
Flonase tersedia dalam semprotan hidung yang menyediakan 50 mikrogram flutikason per semprotan. Dosis biasa adalah 1 hingga 2 semprotan di setiap lubang hidung tergantung pada tingkat keparahan gejala. Dosis maksimal yang dianjurkan adalah 2 semprotan di setiap lubang hidung.
Sebagai kortikosteroid, Flonase mungkin membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu untuk menghilangkan gejala sepenuhnya.
Perbandingan Rhinocort vs Flonase Berdampingan
Rhinocort dan Flonase adalah obat semprot hidung yang mengobati gejala serupa. Meskipun berada dalam kelas obat yang sama, namun memiliki beberapa perbedaan. Persamaan dan perbedaan ini dapat ditemukan di bawah.
| Badak | Flonase |
|---|---|
| Diresepkan Untuk | |
|
|
| Klasifikasi Obat | |
|
|
| Pabrikan | |
| Efek Samping Umum | |
|
|
| Apakah ada yang generik? | |
|
|
| Apakah itu dijamin oleh asuransi? | |
|
|
| Bentuk Dosis | |
|
|
| Harga Tunai Rata-rata | |
|
|
| Harga Diskon SingleCare | |
|
|
| Interaksi obat | |
Inhibitor CYP3A4 seperti:
| Inhibitor CYP3A4 seperti:
|
| Bisakah saya gunakan saat merencanakan kehamilan, hamil, atau menyusui? | |
|
|
Ringkasan
Rhinocort (budesonide) dan Flonase (fluticasone) adalah dua obat kortikosteroid yang dapat mengobati gejala alergi. Flonase adalah steroid yang lebih manjur daripada budesonide. Namun, keduanya efektif dalam mengurangi peradangan dan mengobati gejala alergi seperti hidung tersumbat, gatal, dan mata berair.
Rhinocort dan Flonase dapat dibeli tanpa resep. Mereka datang dalam bentuk sediaan yang serupa. Flonase mungkin memiliki aroma bunga yang tidak disukai banyak orang. Namun, ini dapat membantu mengurangi gejala alergi lebih dari pada Rhinocort.
Sebagai kortikosteroid, kedua obat tersebut mungkin memerlukan waktu setidaknya seminggu untuk meredakan gejala sepenuhnya. Beberapa efek samping yang menonjol termasuk mimisan akibat penggunaan jangka panjang. Kedua obat tersebut tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang karena peningkatan risiko efek samping.
Beberapa efek samping terkait penggunaan jangka panjang termasuk peningkatan risiko infeksi, glaukoma yang memburuk, dan penyembuhan luka yang buruk. Beberapa anak mungkin mengalami penurunan tingkat pertumbuhan jika mereka menggunakan kortikosteroid secara konsisten.
Obat-obatan ini harus didiskusikan dengan dokter Anda. Rhinocort dan Flonase hanyalah dua obat yang tersedia yang dapat mengobati alergi. Obat alergi dapat dibuat secara individual tergantung pada tingkat keparahan gejala dan preferensi Anda secara keseluruhan.











